Pembuka Rangkaian AMM G20 Besok, Global Forum Akan Bahas Pertanian Digital

Bali – Gelaran kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia akan dimulai Selasa, 27 September 2022 besok. Sebagai pembuka, AMM akan dimulai oleh side event Global Forum. Kegiatan berbentuk panel diskusi ini akan membahas secara khusus tentang pertanian digital.

“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan untuk membuka secara langsung Global Forum,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri melalui keterangan pers, Senin (26/09/2022).

Pada kesempatan ini Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyo akan memberikan sambutan tentang upaya meningkatkan peran perempuan dan anak muda pada sektor pertanian melalui inovasi digital. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sambutan dari para pejabat tinggi kementerian negara G20.

“Menteri pertanian atau perwakilan dari sejumlah negara akan memberikan short statement terkait priorities, actions, dan partnership mengenai pertanian digital,” ujar Kuntoro.

Negara yang akan mendapatkan kesempatan untuk memberikan paparan adalah Amerika Serikat, Turki, Kanada, Italia, dan Afrika Selatan.

Pada sesi pertama diskusi, sejumlah organisasi internasional akan berdiskusi tentang revitalisasi peran perempuan dan anak muda dalam kewirausahaan pertanian. Perwakilan dari IFAD, IFPRI, GTZ, dan WAFF dijadwalkan untuk hadir.

Sementara untuk sesi kedua, diskusi akan diisi oleh para pelaku start up dan global company. Diskusi akan difokuskan pada tema meningkatkan partisipasi dan kapasitas perempuan dan anak muda dalam implementasi pertanian digital.

“Beberapa global company yang sudah dijadwalkan mengisi panel adalah PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari Cina, AgUnity dari Australia, dan Microsoft Indonesia,” beber Kuntoro.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab pelaksanaan Global Forum mengharapkan kegiatan ini dapat memperkuat sinergi yang baik antar para pihak terkait. Selain itu, diharapkan pula akan semakin terbuka peluang pengembangan usaha pertanian dan regenerasi petani.

“Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian, terutama era internet dan berkurangnya lahan pertanian, sehingga peran pertanian digital dalam usaha tani akan semakin besar ke depannya,” katanya.

WTD 2022 Jadi Momentum Strategis Indonesia Wujudkan Agenda Pariwisata Berkelanjutan

Bali, 25 September 2022 – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perayaan World Tourism Day (WTD) ke-42 pada 27 September 2022 di Bali yang akan menjadi momentum penting dan strategis bagi Indonesia untuk mewujudkan agenda pembangunan dan cita-cita pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya, Minggu (25/9/2022) mengatakan World Tourism Day tahun ini dirayakan sebagai sebuah peralihan menuju pariwisata yang akan dikenal sebagai sebuah pilar penting bagi pembangunan dan kemajuan pariwisata pascapandemi.

Untuk itu tema yang diangkat pada WTD 2022 adalah “Rethinking Tourism”. Dimana pemangku kepentingan di sektor pariwisata menyatukan visi dan misi melalui ide-ide atau gagasan kreatif yang berorientasi terhadap ‘people’ dan ‘planet’ guna memperkuat resiliensi. Sehingga sektor pariwisata tidak rentan terhadap bencana.

Semenjak pandemi melanda dunia, seluruh stakeholders menyadari bahwa memperkokoh fondasi dasar pariwisata yang mengedepankan ‘people’ (mempersiapkan masyarakat yang lebih tangguh, unggul, dan berdaya saing) dan ‘planet’ (menjaga keberlangsungan lingkungan dan kekayaan alam) adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh tiap insan pariwisata.

“Sehingga value dari pariwisata itu sendiri akan semakin besar karena berdampak baik tidak hanya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat tapi juga keberlangsungan bumi kita. Karena itu perayaan World Tourism Day 2022 ini menjadi momentum yang sangat strategis bagi Indonesia untuk mewujudkan agenda dan cita- cita pariwisata masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Menparekraf.

Perayaan WTD kali ini akan menghadirkan panel diskusi multi-stakeholder dengan tema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan juga diskusi dengan tema “The Tourism We Want” yang akan dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Diproyeksikan sebanyak 200 hingga 300 orang perwakilan negara anggota UNWTO, Menteri Pariwisata G20, negara tamu, organisasi internasional, stakeholders pariwisata nasional dan internasional akan hadir untuk memperkuat perayaan dan key messages dari World Tourism Day.

“Tentu perayaan World Tourism Day ini adalah milik kita bersama, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia. Dan keberhasilan World Tourism Day 2022 akan menjadi keberhasilan kita semua serta seluruh insan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh menambahkan melalui kegiatan ini diharapkan pariwisata bisa menjadi bagian untuk membangun bangsa ke arah yang lebih baik.

“Ini berarti pariwisata menjadi milik kita bersama dan kita ingin mendorong dan memastikan untuk bersama-sama membangun bangsa melalui pariwisata,” kata Frans.

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Jakarta (24/9) – Setelah Indonesia berhasil melakukan pertemuan tingkat Deputi bidang pertanian atau Agriculture Deputies Meeting (ADM) di Yogyakarta. Bali akan menjadi lokasi pertemuan tingkat Menteri atau Agriculture Minister’s Meeting (AMM). Para Menteri Pertanian dunia yang tergabung dalam G20 akan berkumpul dan membahas isu – isu pertanian global pada 27 – 29 September 2022 mendatang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertemuan para Menteri Pertanian G20 nantinya akan membahas komitmen upaya bersama dalam sisi pangan berkelanjutan, hal ini sesuai dengan tema yang diusung Agriculture Working Group (AWG) dalam pelaksanaan G20 tahun ini.

“Kita sepakat untuk mengusung tema keseimbangan produksi dan perdagangan untuk kebutuhan pangan bagi semua orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, mengatakan tema yang disepakati akan menjadi dasar pembahasan pada pertemuan para Menteri Pertanian G20 mendatang. Tema tersebut juga dapat mendorong implementasi ketiga isu prioritas utama bidang pertanian yang diusulkan oleh Indonesia.

“Menteri Pertanian G20 akan bertemu dan melakukan sidang di tanggal 28 September mendatang, pertemuan tersebut untuk menyepakati komitmen dalam bentuk komunike, dan mendorong implementasi ketiga isu prioritas utama bidang pertanian yang diusulkan oleh Indonesia” jelasnya.

Adapun ketiga isu prioritas yang dimaksud adalah membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, kedua mendukung perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, dan transparan untuk keterjangkauan pangan untuk semua; dan yang terakhir adalah memajukan kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui digitalisasi pertanian untuk meningkatkan penghidupan petani di daerah pedesaan.

“Isu prioritas tersebut telah dibahas beberapa kali pada pertemuan di tingkat pejabat eselon satu, dan pembahasannya, di level pertemuan yang sama, akan dituntaskan pada kegiatan Deputies Talk tanggal 27 September 2022 mendatang” terang Kuntoro.

Berbagai komitmen yang dihasilkan pada Forum AMM nantinya, Kata Kuntoro, diharapkan memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi.“Tentunya diharapkan juga dapat mendukung ketahanan sistem pangan dan pertanian di tingkat global” tutupnya.

Indonesia Sukses Gelar TIIMM G20, Mendag Zulkifli Hasan: Dukung 6 Capaian Konkret untuk Atasi Tantangan Ekonomi Global

Badung, 23 September 2022 – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 yang dilaksanakan pada 22—23 September 2022 di Bali berhasil dilaksanakan dengan lancar dan mendukung enam capaian konkret untuk mempercepat pemulihan ekonomi global dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Hal ini ditegaskan Mendag Zulkifli Hasan saat memberi keterangan pers bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada hari ini, Jumat, (23/9) di Badung, Bali.

“Kita patut berbangga pertemuan G20 TIIMM pada kali ini telah menghasilkan sejumlah capaian konkret,” ucap Mendag Zulkifli Hasan.

Pertama, Reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Negara G20 menegaskan pentingnya memperkuat prinsip-prinsip dasar Badan Perdagangan Dunia (WTO) serta sepakat bahwa reformasi WTO adalah kunci untuk memperkuat kepercayaan dalam sistem perdagangan multilateral.

“Negara anggota juga berkomitmen memanfaatkan momentum positif hasil Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12 lalu untuk terlibat dalam diskusi aktif dan konstruktif menuju KTM WTO ke- 13,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Kedua, peran sistem perdagangan multilateral dalam memperkuat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Anggota G20 sepakat atas pentingnya sistem perdagangan multilateral dalam mendorong tercapainya SDGs. Peran sistem perdagangan multilateral untuk memperkuat Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Ketiga, respons perdagangan dan investasi terhadap pandemi dan arsitektur kesehatan global. “Negara-negara G20 juga menyepakati pentingnya peran sistem perdagangan multilateral untuk meningkatkan ketahanan dari pandemi saat ini dan di masa depan. Termasuk menegaskan dukungan atas hasil-hasil terkait yang dicapai dalam KTM WTO ke-12,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Keempat, perdagangan digital dan rantai nilai global. Negara anggota G20 menegaskan bahwa rantai nilai global berperan penting dalam mendorong partisipasi negara berkembang, khususnya bagi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, serta wirausaha muda ke dalam perdagangan global. G20 juga sepakat mendorong perdagangan digital yang inklusif.

Kelima, peningkatan investasi untuk pemulihan ekonomi global. Negara G20 menggarisbawahi pentingnya investasi yang berkelanjutan dan inklusif untuk pemulihan ekonomi yang kuat.

Keenam, koherensi antara perdagangan, investasi dan industri. Anggota G20 menegaskan peran sistem perdagangan multilateral untuk mengembalikan produktivitas industri dan menyepakati koherensi kebijakan perdagangan dan investasi dengan kebijakan industri untuk mengatasi tantangan di masa depan.

Sementara Menteri Bahlil mengungkapkan, perdagangan, industri dan investasi merupakan satu mata rantai yang tidak terpisahkan. Dalam klaster investasi, terdapat lima isu yang telah disepakati oleh para Menteri G20.

Pertama, pentingnya arus investasi berkelanjutan bagi pemulihan ekonomi dalam rangka penciptaan lapangan kerja lewat industrialisasi dan tujuan pembangunan lainnya. Kedua, penyederhanaan prosedur investasi, seperti yang dilakukan Indonesia melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK). Ketiga, hilirisasi menjadi salah satu instrumen dalam menciptakan nilai tambah, serta memperkuat kemitraan investor asing dengan UMKM. Keempat, pentingnya skema pendanaan iklim yang adil dan merata untuk mendorong investasi berkelanjutan. Kelima, konsensus kompendium, yang bernama “Kompendium Bali atas Praktik Kebijakan G20 dalam Mempromosikan Investasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” atau disebut sebagai Kompendium Bali.

“Dengan adanya Kompendium Bali, Indonesia boleh menyusun strategi promosinya sendiri, begitu juga negara lainnya. Karena itu mereka harus dihargai dalam membuat strategi menurut keunggulan komparatif negaranya masing-masing,” jelas Menteri Bahlil.

Pertemuan Bilateral dan Kontrak Dagang

Di sela pertemuan, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan pertemuan bilateral dengan 13 negara mitra dagang. Antara lain dengan Australia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, India, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Uni Emirat Arab dan Uni Eropa. Selain itu, Mendag Zulkilfli Hasan juga mengadakan pertemuan bilateral dengan organisasi internasional yaitu United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP).

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, TIIMM juga menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara mitra, khususnya negara-negara yang telah memiliki perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia. Di sela rangkaian TIIMM juga dilakukan penandatanganan kontrak antara pelaku usaha Indonesia negara mitra G20 dengan menghasilkan USD 710,6 juta dari 23 kontrak dagang. Salah satunya merupakan kontrak kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang informasi dan teknologi (IT) yang akan dimanfaatkan untuk perdagangan jasa antara pelaku usaha Australia dengan Indonesia dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)

“Upaya ini merupakan bentuk nyata utilisasi konsesi yang dimiliki Indonesia dengan negara mitra, sekaligus merupakan etalase bagi seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mengoptimalkan manfaat ekonomi dari perjanjian perdagangan bilateral yang dimiliki Indonesia,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Delegasi TWG II G20 Nikmati Suguhan Seni Budaya Bali Sambil Berlayar di Atas Kapal Phinisi

Bali, 23 September 2022 – The 2nd Tourism Working Group (TWG) yang merupakan salah satu working group dari Presidensi Indonesia KTT G20 tahun 2022 berlangsung pada hari ini, Jumat (23/9/2022) di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, pengalaman, hingga best practice yang dilakukan negara-negara G20, negara tamu, dan lembaga internasional dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai pelaksana The 2nd Tourism Working Group, di akhir acara TWG menjamu seluruh delegasi dalam welcoming sunset dinner yang dilangsungkan di atas kapal Sea Safari Cruise.

Tak sekadar acara penutup the 2nd TWG, delegasi diajak berlayar dan makan malam sambil menikmati suasana malam dan juga ragam keindahan seni budaya Bali.

Para delegasi berangkat dari Pelabuhan Tanjung Benoa dan berlayar di sekitar perairan Laut Benoa selama kurang lebih satu jam. Di bawah langit malam Bali yang cerah, para delegasi disuguhi ragam seni budaya Bali salah satunya Tari Sekar Jagat.

Tari Sekar Jagat biasanya dibawakan oleh para wanita. Gerakan dalam tari ini menggambarkan suatu kedamaian di alam semesta sekaligus menghadirkan suasana yang semerbak oleh wanginya bunga. Tak heran jika tarian ini memiliki ciri khas utama berupa ikatan bunga yang dipegang masing-masing penari.

Tarian selamat datang ini juga menggambarkan kegembiraan penari dalam menyambut para tamu yang hadir. Hal ini sontak membuat delegasi yang memenuhi Sea Safari Cruise langsung terpesona. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikannya di gawai masing-masing.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, mengatakan suguhan seni dan budaya dalam acara welcoming dinner diharapkan dapat meninggalkan kesan yang baik bagi para delegasi tentang keindahan juga keragaman seni budaya yang ada di Bali.

“Sekaligus bisa menjadi sarana promosi pariwisata juga ekonomi kreatif yang efektif bagi para delegasi. Sehingga mereka nantinya dapat bercerita lebih jauh tentang betapa indah dan menariknya alam dan budaya Bali,” kata Frans Teguh.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, Diah Martini Paham, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para delegasi dalam acara welcoming dinner setelah seharian penuh melakukan diskusi berbagai hal dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Grab Indonesia sehingga kegiatan “Sunset Welcoming Dinner” dapat berjalan dengan baik.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh delegasi. Ini hari yang panjang untuk kita, atas nama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kami sekali lagi menyampaikan terima kasih dan selamat datang di Wonderful of Bali,” ujar Diah Martini Paham.

Sementara Head Public Affairs, Policy, and Social Impact at Grab, Shally Pristine, menyampaikan rasa bangga atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya dalam mendukung kegiatan ini yang merupakan upaya mendorong pemulihan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Selain welcoming dinner, kami juga menyiapkan electric scooter dan e-bike di venue yang bisa digunakan para delegasi secara gratis. Silakan gunakan dan rasakan pengalamannya untuk menikmati Bali,” kata Shally.

Menparekraf Sandiaga sebelumnya saat memberikan opening remarks 2nd TWG berharap para delegasi dapat menikmati keindahan alam dan budaya yang ada di Bali. Apalagi menurut TripAdvisor hampir tidak ada pulau lain di dunia yang lebih memikat daripada Bali.

“Saya berharap, selain menjadi delegasi dalam pertemuan G20, juga dapat meluangkan waktu untuk menjadi turis di Bali, dan menikmati semua keajaiban yang ditawarkan Bali,” ujarnya.

Terkait TWG, ia berharap para delegasi untuk dapat menuntaskan last mile dari pertemuan Tourism Working Group pada KTT G20 dan mencapai kesepakatan tentang beberapa masalah atau isu yang tersisa, sehingga dapat memfinalisasikan Bali Guidelines.

G20 Bali Guideline nantinya akan disepakati oleh para Menteri pada Tourism Ministerial Meeting (TMM) yang menjadi rangkaian akhir dari pelaksanaan Tourism Working Group. TMM dijadwalkan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 26 September 2022 dan akan dihadiri kurang lebih 127 delegasi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf / Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

The 2nd Tourism Working Group Dimulai, Kemenparekraf Sambut Kehadiran Delegasi

Bali, 23 September 2022 – Indonesia sebagai pemegang Presidensi KTT G20 pada 2022 memulai pertemuan kedua “Tourism Working Group” yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sebagai pertemuan lanjutan dari 1st TWG yang sebelumnya sukses digelar di Labuan Bajo, NTT, pada Mei 2022.

Sejumlah delegasi yang hadir dalam acara The 2nd TWG yang berlangsung pada Jumat (23/9/2022) di Grand Hyatt Hotel Bali disambut dengan hangat oleh Chair of G20 Tourism Working Group Frans Teguh. Ia pun menyalami satu-persatu perwakilan delegasi dari tiap negara anggota G20, negara tamu, hingga organisasi internasional.

Dalam kesempatan itu, Chair of G20 Tourism Working Group Frans Teguh menyerahkan secara simbolis bibit mangrove kepada perwakilan UNWTO, Head of Delegate (HoD) G20 terdahulu yakni Italia, dan Head of Delegate (HoD) G20 selanjutnya India. Bibit mangrove ini didukung dan akan ditanam oleh pihak Traveloka sebagai bagian dari bentuk dukungan Traveloka terhadap isu sustainability.

Penyerahan bibit mangrove tersebut menandakan bahwa masa depan pariwisata harus semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Hal ini dikarenakan sektor pariwisata sangat rentan terhadap perubahan iklim dan pada saat yang sama berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu, percepatan aksi iklim dalam pariwisata sangat penting untuk ketahanan sektor ini,” kata Chair of G20 Tourism Working Group Frans Teguh, dalam pernyataannya di Bali, Jumat (23/9/2022).

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dengan mendorong upaya kolaboratif antara publik, sektor swasta, dan masyarakat, untuk mencapai emisi karbon rendah dan ketahanan iklim pada 2050.

Mangrove sendiri adalah salah satu dari tiga ekosistem penangkap karbon teratas di bumi dan menyerap karbon dioksida (CO2) lebih banyak. Indonesia memiliki 3,5 juta hektare lahan mangrove atau setara dengan sekitar 23 persen dari total yang ada di dunia. Dan mangrove Indonesia dikatakan yang paling beragam dengan 92 spesies mangrove sejati.

Melalui penyerahan mangrove kepada UNWTO, Head of Delegate (HoD) G20 Italia, dan Head of Delegate (HoD) G20 India sebagai Troika diharapkan dapat meningkatkan awareness untuk menjaga lingkungan khususnya di destinasi wisata dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya, menjelaskan TWG yang merupakan salah satu working group dari Presidensi Indonesia pada KTT G20 2022 yang akan menjadi ruang untuk bertukar gagasan, hingga best practice yang dilakukan oleh negara-negara G20 serta negara tamu dan lembaga internasional.

Pada TWG ke-2 isu utama yang akan dibahas adalah penguatan komunitas dan UMKM sebagai agen transformasi pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga pemulihan ekonomi harus berpusat pada masyarakat dan diharapkan mampu berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Untuk itu, bersama negara-negara anggota G20, kita perlu merancang sebuah best practice bagaimana kita dapat memperkuat sektor parekraf dari sisi komunitas dan juga UMKM agar mampu menjadi agent of change atau local champion dalam mendorong pemulihan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja yang lebih luas,” kata Menparekraf Sandiaga.

Adapun peserta yang hadir dalam the 2nd TWG baik secara daring maupun luring berjumlah 71 peserta. Meliputi negara anggota G20 yaitu India, Italia, Australia, Kanada, Uni Eropa, Jepang, Republik Korea, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, Afrika Selatan, Argentina, Meksiko, dan Turki.

Hadir pula negara tamu yang berasal dari Singapura, Spanyol, UAE, dan Fiji. Kemudian organisasi internasional yang hadir diantaranya World Tourism Organization (UNWTO), International Labour Organization (ILO), World Travel and Tourism Council (WTTC), Asian Development Bank (ADB), dan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Menparekraf: 2nd TWG G20 Harus Hasilkan Kebijakan Strategis Pemulihan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Bali, 23 September 2022 – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap pertemuan Tourism Working Group (TWG) ke-2 dapat menghasilkan kebijakan strategis untuk pemulihan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Menparekraf Sandiaga saat memberikan opening remarks 2nd TWG, di Grand Hyatt Hotel, Bali, Jumat (23/9/2022) mengapresiasi negara-negara G20 yang sebelumnya (pada TWG pertama) telah sharing best practice masing-masing negara dalam mengatasi tantangan ekonomi global khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya sangat senang mendengar bahwa negara-negara G20 berhasil mencapai titik temu pada sebagian besar masalah atau isu dalam Tourism Working Group termasuk menyoroti peran pariwisata untuk mempromosikan perdamaian dan pembangunan,” kata Menparekraf.

Pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri adalah penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja yang luas, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Sebelum pandemi COVID-19, pariwisata menjadi salah satu sektor terpenting dalam ekonomi dunia. Menyumbang 10 persen dari PDB global dan menyerap lebih dari 320 juta lapangan kerja di seluruh dunia.

Karenanya, potensi ini harus dioptimalkan dengan menghadirkan beragam kebijakan strategis khususnya dalam penguatan UMKM dan mendorong pariwisata berbasis masyarakat yang fokus pada penciptaan lapangan kerja yang layak di bidang pariwisata dan memiliki daya ungkit yang signifikan dalam mewujudkan ekonomi yang lebih inklusif dan tangguh. “Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada para delegasi untuk menuntaskan last mile dari pertemuan Tourism Working Group pada KTT G20 dan mencapai kesepakatan tentang beberapa masalah atau isu yang tersisa, sehingga dapat memfinalisasikan Bali Guidlines,” kata Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga berharap para delegasi dapat menikmati keindahan alam dan budaya yang ada di Bali. Apalagi menurut TripAdvisor hampir tidak ada pulau lain di dunia yang lebih memikat daripada Bali.

“Saya berharap, selain menjadi delegasi dalam pertemuan G20, juga dapat meluangkan waktu untuk menjadi turis di Bali, dan menikmati semua keajaiban yang ditawarkan Bali,” ujarnya.

Chair of G20 Tourism Working Group Frans Teguh mengucapkan terima kasih kepada negara-negara G20 yang telah berperan aktif dalam memberikan pandangan dan masukan yang berharga terhadap komunike mulai dari Tourism Working Group pertama.

Tourism Workign Group telah menyepakati sebagian besar teks komunike yang bersifat substantif. Diantaranya mengenai upaya mempromosikan pemulihan pariwisata menjadi lebih inklusif dan tangguh, peran penting pariwisata menjadi sarana dalam perdamaian dunia dan pembangunan ekonomi, serta sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif. “Komunike ini akan terus kita sempurnakan,” kata Frans.

Indonesia dikatakan Frans juga telah berupaya secara optimal untuk mendorong konsensus guna memfinalisasikan G20 Bali Guidelines yang akan menjadi outcome dari Tourism Working Group G20.

Dalam G20 Bali Guidelines terdapat lima line of actions meliputi human capital yang berkaitan dengan pekerjaan, skills, entrepreneurship, dan edukasi, bagaimana SDM pariwisata mampu melihat kebutuhan dan keinginan pasar, menciptakan lapangan kerja baru, dan mampu menghadirkan nilai tambah dari produk atau jasa mereka.

Kedua, inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pada bagaimana masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketiga, pemberdayaan perempuan dan pemuda. Karena perempuan dan pemuda di bidang pariwisata termasuk yang paling terpengaruh oleh pandemi. Untuk itu mereka membutuhkan dukungan yang tepat.

Keempat climate action, biodiversity conservations, dan circular economy, dimana penggunaan energi, tanah, air, dan sumber daya makanan pada sektor pariwisata dapat mengurangi emisi karbon.

Pertemuan TIIWG G20 Mendukung 6 Isu Prioritas untuk Mengatasi Tantangan Perdagangan Global

Badung, 22 September 2022 – Pertemuan Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi dan Industri (TIIWG) G20 menyatakan dukungan untuk 6 isu prioritas untuk mengatasi tantangan perdagangan global. Pertemuan TIIWG diadakan di Nusa Dua Bali 19—20 September 2022 dan merupakan puncak dari pertemuan yang sebelumnya yang diadakan pada bulan Maret dan Juli 2022.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Djatmiko Bris Witjaksono, sebagai Ketua TIIWG berharap bahwa diskusi kolektif memberikan dasar yang kuat untuk kolaborasi yang lebih dekat di antara para Menteri G20.

“Kelompok kerja TIIWG berkolaborasi dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang sejalan dengan isu prioritas, terutama mengenai pengentasan kemiskinan, kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan,” jelas Djatmiko.

Enam isu prioritas yang didukung oleh TIIWG adalah reformasi World Trade Organization (WTO); peran sistem perdagangan multilateral untuk memperkuat SDGs; respons perdagangan dan investasi dalam menangani pandemi dan arsitektur kesehatan global; perdagangan digital dan rantai nilai global; memperkuat investasi yang berkelanjutan dan inklusif untuk pemulihan ekonomi global; serta koherensi antara perdagangan, investasi, dan industri.

“Sebagai bentuk dukungan untuk agenda prioritas presiden G20 TIIWG, negara-negara G20 memberikan kontribusi positif dalam berbagai diskusi untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral, mereformasi WTO, dan mendorong perdagangan digital yang dapat mengatasi berbagai kesenjangan, dan mendorong literasi digital,” kata Djatmiko.

Djatmiko juga menyatakan, situasi saat ini merupakan tantangan tersendiri dalam upaya mencapai konsensus di antara negara-negara G20. Oleh karena itu, G20 perlu terus menekankan relevansinya sebagai forum ekonomi multilateral yang penting dalam menanggapi tantangan dunia saat ini.

“Presidensi G20 Indonesia memainkan peran dalam mendorong pencapaian tujuan bersama untuk mengatasi tantangan ekonomi global yang lebih kuat sekarang dan di masa depan,” katanya.

Djatmiko juga menekankan bahwa dalam kelompok kerja untuk sektor perdagangan, investasi dan industri, Indonesia telah melakukan upaya maksimal untuk mendorong kesepakatan di antara para anggota. Semangat kerjasama di antara anggota G20 adalah kunci keberhasilan pertemuan ini.

Laksanakan Hasil KTT, SAI20 Siap Melanjutkan Kiprah pada 2023

Jakarta, Rabu (21 September 2022) – Komunike yang berisi kesepakatan bersama Pimpinan Lembaga Pemeriksa (Supreme Audit Institution/SAI) negara anggota G20 telah dihasilkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SAI20 di Nusa Dua Bali pada 30 Agustus 2022. Pimpinan SAI berterima kasih pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai pemrakarsa pembentukan SAI20 dan mendukung sepenuhnya keberlangsungan kiprah SAI20 dalam Presidensi G20 tahun 2023.

India sebagai salah satu negara G20 yang terlibat aktif dalam KTT SAI20 tersebut, turut menyepakati komunike SAI20 dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan kepemimpinan SAI20 pada tahun 2023. Dalam keterangan tertulisnya1), pemerintah India menyatakan akan menjadi Presiden G20 selama satu tahun, sejak 1 Desember 2022 hingga 30 November 2023. KTT G20 di tingkat kepala negara dijadwalkan akan berlangsung pada 9 dan 10 September 2023 di New Delhi. Pemerintah India mengakui bahwa G20 saat ini terdiri atas finance track, sherpa track, dan 10 engagement group pada sektor swasta/masyarakat sipil/lembaga independen yaitu Supreme Audit Institutions 20/SAI20, Business 20, Civil 20, Labour 20, Parliament 20, Science 20, Think 20, Urban 20, Women 20 dan Youth 20.

Kedua belas poin komunike SAI20 yang dibahas dalam KTT SAI20, di antaranya disepakati bahwa SAI20 menyadari pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menanggapi isu-isu global terkait. Oleh karena itu, SAI20 menyerukan kepada pemerintah negara-negara anggota G20 untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk melakukan berbagai hal, di antaranya memastikan sistem kesehatan yang sigap dalam lingkungan yang selalu dinamis, dan sistem kesehatan yang adil, dengan tetap memprioritaskan ketersediaan, distribusi, serta pengerahan sumber daya dan fasilitas kesehatan.

KTT SAI20 diselenggarakan dengan tujuan mendiskusikan kontribusi nyata lembaga pemeriksa negara anggota G20, khususnya dalam menanggapi kebutuhan mendesak akan tata kelola, transparansi dan akuntabilitas global, terutama dalam situasi dan pascapandemi, untuk percepatan pemulihan ekonomi dan dukungan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

SAI20 dibentuk sebagai platform pertemuan SAI negara anggota G20 dengan tujuan: 1) memberikan kontribusi kepada Pemimpin G20 dalam area transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik; 2) membangun kemitraan global dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem dan komunitas G20.

Penguatan Komunitas dan UMKM sebagai Agen Transformasi Pariwisata Jadi Fokus Pembahasan 2nd TWG KTT G20

Jakarta, 20 September 2022 – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menjadi focal point dalam 2nd Tourism Working Group (TWG) yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 23 September 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya, Selasa (20/9/2022) mengatakan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja yang luas, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.

“Sebelum pandemi COVID-19, pariwisata menjadi salah satu sektor terpenting dalam ekonomi dunia. Menyumbang 10 persen dari PDB global dan menyerap lebih dari 320 juta lapangan kerja di seluruh dunia,” kata Menparekraf.

Maka TWG yang merupakan salah satu working group dari Presidensi Indonesia pada KTT G20 2022 mengusung isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut yakni penguatan komunitas dan UMKM sebagai agen transformasi pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga pemulihan ekonomi harus berpusat pada masyarakat dan diharapkan mampu menyejahterakan masyarakat.

Namun, Menparekraf menyebutkan data dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) yang menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menempatkan 100 juta pekerja parekraf dalam kondisi yang tidak baik. Bisnis UMKM pun lesu akibat adanya pembatasan mobilitas masyarakat.

“Untuk itu, bersama negara-negara anggota G20, kita perlu merancang sebuah best practice bagaimana kita dapat memperkuat sektor parekraf dari sisi komunitas dan juga UMKM agar mampu menjadi agent of change atau local champion dalam mendorong pemulihan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja yang lebih luas,” kata Menparekraf Sandiaga.

Hasil dari 2nd TWG berupa finalisasi penyusunan G20 Bali Guidline yang di dalamnya terdapat berbagai kebijakan strategis yang dikumpulkan dari negara anggota G20. Dan akan disepakati oleh para Menteri pada Tourism Ministerial Meeting (TMM) yang menjadi rangkaian akhir dari pelaksanaan Tourism Working Group. TMM sendiri dijadwalkan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 26 September 2022.

“Kami berharap pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan bersama di antara negara-negara G20 guna mengatasi tantangan yang ada secara menyeluruh dengan mengedepankan kolaborasi dan sustainability,” kata Sandiaga.

Pada kegiatan TWG ini, Kemenparekraf memberikan dukungan suvenir berupa 50 scarf untuk para pendamping delegasi TWG KTT G20. Suvenir scarf tersebut adalah scarf batik tulis Lasem yang hasil garapan Asia Pasific Rayon (APR) bersama Universitas Maranatha Bandung dan para pembatik di Lasem, Jawa Tengah.

“Ini luar biasa dan merupakan langkah konkrit, karena sesuai dengan tema Tourism Working Group yaitu penguatan komunitas dan UMKM melalui pariwisata dan kebudayaan dengan penguatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Selain TWG dan TMM, ada pula World Tourism Day ke-42 yang akan berlangsung di Bali pada 27 September 2022. Karena tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah perayaan Hari Pariwisata Dunia untuk pertama kalinya.

“Tentunya perayaan Hari Pariwisata Dunia ini adalah milik kita bersama, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia. Dan keberhasilan World Tourism Day 2022 akan menjadi keberhasilan kita semua serta seluruh insan pariwisata Indonesia,” ujarnya.